Penipuan Pembeli Mobil Bekas Modus “HALUS”

Jika mau jual mobil bekas secara online lewat aplikasi / web iklan baris seperti: OXL, Mobil123, GarasiID, Facebook atau lainya patut waspada kepada modus penipuan oleh pembeli dengan kreteria sebagai berikut:

Modus pembeli vs pemilik mobil

Penipu mengubungi langsung pemilik mobil asli, rencana mau beli namun dengan catatan ingin UP harga lebih malah 20-30% dari harga, akan ada orang yang mau cek mobil langsung ke alamat namun pemilik mobil tidak boleh memberikan harga, jadi seakan2 harga sudah dibaypass oleh penipu.

  • Mengaku sebagai perwakilan perusahaan untuk mencari mobil bekas
  • Mengaku pembeli individu namun tidak nego harga, langsung gegabah membeli dan setuju harga
  • Rencana Mau UP harga 20-30% untuk dijual ulang / skema makelar
  • Dikondisikan pemilik mobil asli sebagai keluarga, adik, saudara sebagai trik perlancar aksi tipuanya dan kadang anehnya ada penjual mobil yang setuju akan hal ini dengan alasan yang penting mobil terjual dengan harga OK.
  • JIka deal Ingin pembayaran Via Transfer
  • Pembeli tidak mau COD ketemu, hanya perwakilan Orang
  • Meminta semua data Alamat lengkap, foto mobil, STNK, BPKB, dll
  • Proses deal dan pembayaran keputusan ada di calon penipu, konsepnya pemilik mobil menyerahkan proses jual beli secara tidak langsung ke si penipu.

Modus penipu vs calon pembeli asli

Iming2 harga mobil bekas MURAH / BO kepada colon pembeli, ini trik jitu… dimana semua orang lebih suka pada yang lebih murah + kualitas bagus… ha,,,,ha,,,,,

OK, Lanjut:

Setelah data mobil lengkap penipu akan membuat cloning iklan dengan data mobil namun dengan harga jauh di harga pasaran contoh honda jazz RS GK5 2017 di jual dengan harga 100 juta padahal harga pasaran saat ini masih 190-200 juta.

Penipu: menawarkan mobil secara langsung via Chat WA / telepon dengan target dicari lewat iklan yaitu orang yang sedang mencari mobil / showroom kecil2. Alasan penipu menjual karena BU / butuh uang dan pembayaran bisa transfer DP 50% / semua.

Trik penipu: 2 orang yaitu pemilik mobil dan calon pembeli (calon korban) sudah dikondisikan jika urusan harga harus langsung sama si penipu ini….saat cek unit tidak boleh ngomongin harga.

Kronologi percakapan penipuan

Note:

» nama penipu = Mas Afandi.

» pemilik mobil: Pak bimo

» calon pembeli: pak hasan

  • Kenyataan mobil dijual lebih murah kepada calon korban dengan harga 50-60% lebih murah, kisaran 100 jutaan, Anehnya si pemilik mobil tidak tau akan hal ini jika calon pembeli tidak ngomong langsung.
  • Data mobil, alamat yang didapat penipu dari pemilik mobil asli digunakan untuk ketemuan antara calon pembeli dan pemilik mobil, tugas penipu hanya sebagai pengatur jadwal / waktu nya
  • Proses cek mobil selesai, calon pembeli setuju dan ingin membeli karena ya wajar mobil bagus harga murah siapa yang gak mau..

Percakapan Pak hasan vs Mas Afandi

Calon pembeli cek mobil langsung ke alamat pemilik mobil:

  1. Pak Bimo: Oh iya pak, untuk urusan harga langsung ke mas afandi saja ya….
  2. Pak hasan: Siap pak…Oh iya, Mas afandi itu kakak / saudara  ya.?
  3. Pak bimo: iya mas, mas afandi kakak saya… (bohong)
  4. Pak hasan: (cek semua kondisi mobil) wah ini bagus, mulus dan semua OK, saya suka ini mobil… setelah proses Test Drive.
  5. Pak hasan: (langsung pulang karena setuju membeli dan mengubungi mas Afandi)
  6. Pak hasan: saya sudah cek mobil setuju untuk membeli mas,,,, gimana proses selanjutnya
  7. Mas afandi: ok langsung ke pembayaran saja, nanti serah terima unit mobil setelah proses pembayaran selesai. via transfer ya
  8. Pak hasan: ok siap,,, mas,, kirim no, rekening nya ya…….
  9. Mas afandi: nore. BCA : 3422xxxxx
  10. Pak hasan: Ok, mas sudah saya kirim sejumlah 100 juta, dibagi 2x dari nomer rekening… xxxxxx & xxxxx
  11. Mas afandi: Baik pak, saya cek dulu…. Ok mantap uang sudah masuk, bsok langsung ambil mobil di rumah adik saya pak Bimo.
  12. Pak hasan: (1 hari setelahnya, ketemu dengan pak bimo) saya mau ambil unit mobil pak,
  13. Pak bimo: baik pak, untuk harga dan pembayaran gmn ?
  14. pak hasan: saya sudah transfer full 100 juta ke Mas afandi pak.
  15. Pak bimo: berapa ?? 100 juta..
  16. Pak hasan: iya pak, mas afandi kan menjual mobil ini ke saya dengan harga 100 juta…
  17. pak bimo: ini gak bener, honda jazz RS 2017 surat ok, kondisi ok cuma harga 100 juta , (pak bimo mencoba hubungi Mas afandi ternyata no sudah tidak aktif dan diblock)
  18. Pak hasan: tadi sebelum saya berangkat masih chat dengan mas afandi, (ternyata pak hasan juga di No.block jadi tidak bisa hubungi)
  19. Pak bimo: waduh….. kita ketipu pak !!!!!!!, uang bapak malayang 100Juta
  20. Pak hasan: Terus bagaimana ini……………….??????????
  21. On Proses >……………. lanjut ke kantor polisi.

Catatan

INTI Kenapa pak hasan berani bayar langsung tranfer tanpa curiga: karena sudah konfirmasi ke pemilik mobil jika mas afandi adalah keluarga atau kakanya, dan pak hasan sudah melihat / cek mobil secara langsung dgn alamat yg jelas di rumah pak bimo.

Modus penipuan ini akan berjalan mulus jika antara calon pembeli dan pemilik mobil hanya cek unit tanpa nego harga karena sejatinya sudah di baypass oleh sipenupu, sehingga jika calon pembeli setuju membeli akan langsung transfer uang ke penipu.

Sampai konten ini diterbitkan Mas afandi / penipu masih menjadi DPO oleh pihak kepolisain siber, namun di kota lain (Makassar) dengan kasus yang sama si penipu sudah berhasil di ringkus.

__OK, Semoga modus penipuan jualbeli mobil bekas ini menjadi pembelajaran kepada semua khususnya penjual jangan asal percaya kepada orang asing, wajib bersifat jujur dan pembeli mobil jangan tergiur harga murah / tidak masuk akal.

Editor: | Update: Januari 28, 2021

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *